Pemkab Fasilitasi Pelatihan Kuliner Warga Pantai Syariah

Sabtu, 01 April 2017   Tags: Pemkab, Banyuwangi, Pelatihan Kuliner, Pantai Syariah, Pantai Santen   Views: 162
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memfasilitasi warga di kawasan Pulau Santen (pantai syariah) untuk berwirausaha lewat pelatihan usaha kuliner.
 

catatannobi.com

"Kemarin sudah jalan beberapa pelatihan wirausaha. Misalnya, ibu-ibu kami latih untuk membakar ikan, sehingga bisa buka kuliner ikan bakar. Kita datangkan ahlinya. Ternyata membakar ikan tidak boleh asal-asalan, ada teknik tertentu biar bumbunya bisa meresap dan rasanya terjaga," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, kemarin.
 
Pantai di kawasan Pulau Santen, Banyuwangi telah ditetapkan sebagai kawasan wisata berkonsep wisata halal atau "syaria tourism/halal tourism".
 
"Mereka dilatih cara membersihkan, membakar, membumbui, dan menyajikan ikan bakar ala restoran. Saya juga baru tahu tekniknya, benar-benar detil, misalnya bagaimana membikin ikan tidak amis dan sebagainya," ujar Anas.
 
Ia berharap, kawasan Pulau Santen yang dulu kumuh, masyarakatnya bisa bangkit. Setelah ditata secara bertahap dan diresmikan sebagai kawasan pantai berkonsep wisata halal, tingkat kunjungan wisatawann melonjak.
 


Menurut dia, setiap hari rata-rata ada 500 wisatawan yang berkunjung ke pantai itu. Bahkan, jika akhir pekan, jumlahnya bisa naik dua kali lipat.
 
"Nah ibu-ibu yang dulu hanya menunggu suaminya pulang kerja, sekarang bisa bikin bisnis kuliner. Ke depan pantai ini terus dikembangkan. Jadi ini ada peluang yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan, makanya ibu-ibu kami latih biar bisa membantu ekonomi keluarga," tutur Anas yang dikenal sebagai kepala daerah berprestasi itu.
 
Tidak sekadar dibekali pelatihan, katanya, namun akan ada tindak lanjut dari kegiatan itu. Di Pulau Santen nantinya akan dibangun sentra kuliner. Kegiatan ini untuk mempersiapkan warga agar bisa turut bersaing dalam bidang usaha.
 
Anas mencontohkan, satu ons ikan dibandrol dengan harga Rp 12.500, sedangkan berat satu ekor ikan bisa mencapai 4 sampai 5 ons tergantung ukurannya. Jadi satu ekor ikan bisa dijual seharga Rp 50.000 hingga Rp 60.000. "Setelah ini siap, nanti permodalan difasilitasi dengan perbankan, bisa lewat kredit usaha rakyat atau KUR," ucapnya.
 
Mendapatkan ilmu baru dalam memasak ikan bakar, salah seorang warga, Indriyani, mengaku sangat gembira. "Saya biasa mengolah ikan untuk digoreng atau dibakar untuk dimakan sehari-hari. Tapi rasanya ya nggak kayak gini. Ini enak dan bumbunya terasa," katanya seusai mengikuti pelatihan.
 
Indriyani mengaku ke depan ingin mendirikan warung kuliner ikan bakar di Pulau Santen. "Lumayan buat nambah penghasilan sehari-hari," imbuhnya.
comments powered by Disqus