Berkunjung ke Thaif, Kawasan Puncak Arab Saudi

Minggu, 17 September 2017   Tags: Thaif, Kawasan Puncak Arab Saudi   Views: 65
Arab Saudi terkenal sebagai negeri gurun pasir. Cuaca negeri ini dikenal panas.  Namun, Arab Saudi juga memiliki daerah sejuk bak puncak Bogor. Kota itu bernama Thaif.


MCH

Kamis (14/09), Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah melakukan kunjungan liputan ke wilayah Thaif. Di sana terdapat sejumlah peninggalan sejarah, antara lain: Masjid Abdullah ibn Abbas, Masjid Addas, Masjid Ku’ dan lainnya.

Perjalanan menuju Thaif, memang mirip jalur ke Puncak, Bogor. Jalanan bekelok menyuguhkan pemandangan bukit nan indah.  Bedanya, jika sisi kanan kiri Puncak Bogor adalah kebun teh, Thaif tetap menyuguhkan pemandangan khas Arab Saudi, yakni gunung berbatu. Kedua wilayah ini memiliki persamaan berupa udara yang relatif sejuk, cenderung dingin.

Memasuki Kota Thoif, banyak dijumpai taman hiburan lengkap dengan wahana kincir angin dan aneka permainan layaknya taman rekreasi. 

Thaif memang menjadi destinasi wisata akhir pesan bagi masyarakat Arab. Banyak vila-vila dibangun sebagai tempat singgah wisatawan, lengkap dengan fasilitas permainan.



Kota Thaif berjarak sekita perjalanan 1.5 jam dari Kota Makkah. Posisi Thaif berada di ketinggian  1.700 meter di atas permukaan laut.

Karena cuaca yang sejuk, Penduduk di sini juga memiliki sejumlah perkebunan sayur dan buah-buahan, seperti sawi, delima, dan anggur.

Jika di Puncak banyak kuda, di Thaif, jamaah bisa bertemu dengan Unta. Hewan berleher panjang ini dijadikan kendaraan tumpangan bagi wisatawan yang berkenan.


Pedagang Teh Niknat

Cuaca dingin tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi hidangan hangat. Pengunjung bisa mencari tempat kaki lima dan menepi di tukang jagung bakar serta menikmati secangkir teh dengan daun Niknat atau semacam daun mint. Teh daun niknat menjadi ciri khas Kota Thaif.

"Teh ini dibuat harus dengan air yang sangat mendidih sehingga tehnya benar-benar nikmat," ujar Miqdat salah satu penjual teh.

Teh Niknat diseduh dengan air mendidih dari teko berwarna emas yang direbus menggunakan kayu bakar. Satu gelas teh berdaun Niknat ini dibanderol Rp2 real atau sekira Rp7.000 (Rp3.500 per real).

Meski angin bertiup dingin, namun pengujung harus ekstra hati-hati saat menyeruput teh Niknat. Jika tidak lidah akan terasa panas. (MCH)
comments powered by Disqus