Wisata Religi di Kota Madinah

Minggu, 29 July 2012   Tags: wisata, religi, madinah   Views: 3159
Masjid Nabawi

Akhirnya, setelah perjalanan enam jam dari Mekah, sampai ke Kota Madinah ini sekitar pukul 23.00, langsung check in di Hotel Movenpick, persis di depan Gerbang Masjid Nabawi, dan istirahat deh… 
 
Kunjungan ke Kota Madinah Al Munawwaroh, Kota ini bagi ummat Muslim adalah Kota Suci kedua Setelah Kota Mekkah Al-Mukarromah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia. 
 
Masjid Quba

Kunjungan utama kami adalah Masjid Nabawi, ini memang kota Luar biasa, kota paling diberkahi. Kesan yang jauh lebih asri dibanding Mekah yang nyaris gurun dan bukit bebatuan. Di sini, pohon-pohon kurma berderet di pinggir jalan, dengan penataan kota yang baik dikarenakan kondisi tanah yang tidak sekeras di Kota Mekah.
 
Kota Madinah ini banyak memiliki keutamaan, antara lain sebagai tempat yang paling diberkahi, dan pengharaman pemburuan. Larangan memotong pohon-pohon, mencabutnya, memungut barang yang tercecer, dan pengharaman mengangkat senjata dan berperang di dalamnya. Keutamaan Madinah lainnya adalah sebagai tempat hijrah Rasulullah SAW, tempat dimakamkannya Rasulullah SAW, dan banyak lagi keutamaan lainnya.

Setelah itu, menjelang shalat tahajud, kita ke Masjid Nabawi, luar biasa megah dan luasnya. Saat itu tower khas Masjid Nabawi dengan ratusan tiang lampu payung yang otomatis terbuka apabila menjelang siang hari. Ini membuat panas di halaman masjid tidak menyengat. 

Makam Nabi Muhammad SAW

Setelah shalat Subuh di Masjid Nabawi dan sarapan di hotel, kita berziarah ke Makam Rasulullah saw, sekaligus juga Sahabat Nabi Abu Bakar Siddiq ra, dan Umar Bin Khattab ra. Makam ini berada di bagian dalam Masjid Nabawi, yang dulunya sebenarnya adalah rumah Rosulullah saw. Shalawat dan Salam kami sampaikan di sana, sekaligus semua keluarga dan teman (yang menitip sahalat dan salam)  kami sampaikan salamnya kepada Rasulullah saw….
 
Ingat, di sini, para Askar (penjaga) sangat keras, dilarang berdoa/menengadahkan tangan. Makam Rasulullah bukan untuk berdoa atau meminta, karena berdoa dan meminta tetap kepada Allah…
 
Berdekatan dengan Makam Rasulullah, ada Raudhah yang berada di antara rumah Nabi Muhammad SAW (sekarang kuburannya) dan mimbarnya yang disebut juga Taman Surga, yang berada di antara rumah Rasulullah dan mimbar yang dipakai Rasulullah. Ini adalah salah satu bagian masjid yang makbul atau diijabah, dimana bila mereka yang berdoa di Raudhah maka Allah Swt akan mendengarkan doa itu, dan mengabulkannnya. Siapa yang berdoa di Raudhah dengan ikhlas dan penuh yakin, pasti Allah akan mengabulkan doa-doanya. 
 
‘Ya ALLAH, jadikan kami ummat Nabi Muhammad, mudahkanlah bagi kami untuk mendapat syafaatnya kelak dihari Kiamat, tanamkanlah kedalam hati kami kerinduan bertemu dengannya agar kami kelak bisa bersamanya disurgaMu’. 

Ziarah Masjid Quba.
Setelah makan pagi, dilanjutkan dengan ziarah ke Masjid Quba, yang berjarak 5 km dari Madinah. Masjid ini dibangun Rasulullah saw ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Madinah, yaitu ketika Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah, orang-orang Quba-lah yang menyongsong kedatangan Rasulullah. 
 
Sebelum ke Masjid Quba, dalam keadaan sudah berwudlu, kita berangkat ke Masjid Quba untuk melaksakan shalat dua rakaat. Kenapa Masjid Quba menjadi begitu spesial?
 
Rasululllah saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar hingga sampai ke masjid ini, Masjid Quba, lalu sholat didalamnya, maka baginya pahala yang sama dengan (pahala) umroh”  (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Masjid Qiblatain

Sepulang dari Masjid Quba, kita sempatkan beli kurma yang masih segar dan ranum. Benar-benar enak deh, saya membeli 2 kg untuk dibawa di bis. Sesudahnya,  kita melewati Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Sab’ah, kemudian ke kebun kurma.
 
Keesokan harinya, kami menyempatkan kembali lagi ke Masjid Quba, berlima naik taksi (mobil Innova), bolak balik dengan SR 65,- , untuk dapat melaksanakan shalat dua rakaat di Quba.
 
Percetakan Al-Quran
Kunjungan ke percetakan Alquran  di Madinah, antrean di sini panjang sekali,  siapa duluan datang dapat antrean lebih dulu. Hanya saja di sini perempuan tidak diperkenankan masuk, jadi hanya melihat display berbagai macam Alquran di ruangan bagian depan saja.
 
Di sini setiap pengunjung diberikan Al-quran gratis, bebas mau pilih yang  kecil, sedang atau besar. Di dalam komplek percetakan, kita melewati area-area yang dipenuhi dengan taman dan gedung perkantoran. Katanya, untuk menjadi pegawai di sini, syaratnya harus hafal Alquran, tanfidz.  (Hendrawan)
comments powered by Disqus