Mohammad Zaini Berbakti kepada Orangtua dengan Berhaji

Rabu, 16 August 2017   Tags: Mohammad Zaini, Berbakti kepada Orangtua, Berhaji   Views: 193
Bisa berbakti kepada orang tua adalah harapan setiap anak. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya yang dicontohkan Mohammad Zaini (50).


MCH

Pria asal Surabaya Jawa Timur ini berangkat haji bersama istri dan empat orang tua mereka. Muhammad Zaini (50) adalah anak ketiga dari 8 bersaudara. Di Kota Pahlawan, Zaini berprofesi sebagai penjual kusen. Menghajikan kedua orang tua dan mertuanya menjadi cita-cita sejak lama.

“Saya sudah berhaji pada 2006 bersama istri.  Sejak itu, saya merasa kok tidak orang tua saya dulu yang berangkat, malah saya.  Maka saya ngomong sama istri,  nanti kalau dikasih rezeki, orang tua semua saya bawa berangkat berhaji,” ujarnya saat ditemui di Masjid Nabawi Madinah usai jamaah Subuh, Selasa (01/08).



Saat itu, Zaini sedang meneruskan kebiasaannya membaca Al-Quran setiap habis salat Subuh. Menurutnya, kalau di rumah dia terbiasa membaca satu juz. Kebiasaan itu ingin dia teruskan selama di Masjid Nabawi.

“Alhamdulillah, Allah kasih rezeki sehingga kami bisa daftar pada tahun 2010,” ujarnya lagi dengan mata berkaca sembari  sesekali mengusap wajah ayahnya.

Jamaah yang tergabung dalam kloter empat Embarkasi Surabaya (Sub 04) ini merasa bahagia bisa memberangkatkan orang tuanya ke tanah suci untuk berhaji. Dia berharap, itu bisa menjadi bagian wujud baktinya sebagai seorang anak.

“Namanya anak pasti banyak salahnya. Ini mumpung orang tua masih hidup, saya ingin berbakti. Saya senang sekali sekarang bisa menjalankan haji bersama orang tua. Mudah-mudahan saya kuat,” tuturnya.



Ayah Zaini bernama Dawam. Saat ini usianya 85 tahun. Diabetes dan stroke yang dideritanya menyebabkan Dawam harus terus berada di kursi roda. Dawam asli Jombang, tapi karena ikut anaknya, dia berangkat dari Surabaya.

Demi menjaga bapaknya, kemanapun Zaini pergi selalu menyertakan Dawam, termasuk dalam menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi. “Bapak selalu dibawa. Kalau tidak dibawa, kuatir jalan lalu jatuh,” tuturnya.

Sejak mendaftar haji, melihat keadaan orang tuanya yang sakit-sakitan, Zaini sempat khawatir. Karenanya, dia sangat bersyukur akhirnya bisa sampai berangkat haji bersama.

“Saya berharap bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat, orang tua saya juga. Mudah-mudahan sampai pulang lagi ke Tanah Air,” harapnya sambil terisak.

Cuaca di Madinah saat ini sangat panas, pada kisaran 45 – 50 derajat di siang hari. Zaini juga merasakan hal itu. Namun soal kesehatan, dia serahkan sepenuhnya kepada Allah. Meski demikian, Zaini juga membawa bekal obat-obatan yang biasa dikonsumsi bapaknya, Dawam. (MCH)
comments powered by Disqus