Aplikasi Safe Travel Memberi Perlindungan WNI

Rabu, 11 January 2017   Tags: Aplikasi, Safe Travel, Perlindungan WNI   Views: 304
Kementerian Luar Negeri meluncurkan aplikasi bergerak "Safe Travel" yang dirancang bagi warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk sementara maupun menetap. 
 


"Dengan aplikasi tersebut Kemlu diharapkan dapat mengetahui sebaran WNI dan lokasi keberadaan mereka, sehingga perlindungan dapat diberikan dengan segera jika dibutuhkan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.
 
Aplikasi berbasis android tersebut diluncurkan di sela-sela acara Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri pada Selasa malam (10/1).
 
Menurut Iqbal, aplikasi yang mengusung tema "safe and fun" (aman dan menyenangkan) itu memiliki sejumlah fitur yang sangat bermanfaat bagi WNI yang melakukan perjalanan di luar negeri. 
 
Dia menyebutkan pengguna aplikasi tersebut dapat memperoleh berbagai informasi mengenai negara tujuan, informasi pelayanan di kantor perwakilan RI terdekat, panduan lokasi perwakilan RI, lapor diri "online".
 
Pengguna aplikasi "Safe Travel" juga dapat menerima informasi termutakhir mengenai negara tujuan selama perjalanan, informasi berbagai tips melakukan perjalanan aman dan tombol darurat (panic button). 
 
"Pengguna juga dapat berbagi cerita menarik ke media sosial. Khusus untuk tombol darurat, pengguna dapat terhubung langsung dengan 'hotline' Kemlu atau Perwakilan RI, mengirimkan koordinat lokasi serta mengirimkan foto atau video lokasi," ujar Iqbal.
 
"Dengan 'sign up' ke aplikasi ini sebelum perjalanan maka data diri akan langsung tersimpan di 'server' Kemlu. Dengan demikian jika terjadi kehilangan paspor dalam perjalanan, Perwakilan RI dapat membantu dengan lebih mudah penerbitan dokumen perjalanan pengganti," kata dia. Iqbal menambahkan aplikasi "Safe Travel" memang telah disiapkan selama satu tahun, yakni sepanjang 2016. 
 
Konsep aplikasi itu disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain agen perjalanan haji/umrah, komunitas "backpackers", asosiasi penyedia asuransi perjalanan, kelompok mahasiswa Indonesia di luar negeri, pakar teknologi informasi, diaspora Indonesia, kelompok-kelompok advokasi TKI, dan lain-lain. 
 
"Dengan demikian diharapkan aplikasi ini dapat mengakomodir kebutuhan perlindungan berbagai segmen WNI di luar negeri. Dalam waktu dekat aplikasi ini akan mulai terkoneksi dengan 'database' WNI di luar negeri, e-perlindungan, yang sudah lebih dulu ada," kata Iqbal.
 
Versi 1.0 aplikasi itu dapat diunduh langsung secara gratis dari google play atau play store. Untuk memperkaya fitur aplikasi "Safe Travel", beberapa kerja sama antara Kemlu dengan sejumlah penyedia jasa yang terkait dengan perjalanan WNI ke luar negeri sudah disiapkan untuk 2017.
comments powered by Disqus