Puasa Ramadhan 20 Jam? Muslim di Finlandia Menjalaninya

Selasa, 31 July 2012   Tags: finlandia, puasa, 20 jam   Views: 754


Bagaimana rasanya menahan lapar dan haus dari fajar hingga maghrib selama 20 jam? Muslim di belahan Eropa Utara mengalaminya. 
 
Seperti dikutip AP, tahun ini matahari hanya tenggelam dalam waktu yang sedikit sehingga membuat waktu berpuasa menjadi lebih lama. Salah satunya adalah kota Rovaniemi di Finlandia yang terletak 66 derajat di Lingkaran Arktik. 
 
Di kota ini, matahari terbit pukul 3.20 dini hari dan tenggelam pukul 11.20 malam. Ini berarti muslim di sana harus berpuasa selama 20 jam. Dalam musim panas Juni matahari bahkan tidak pernah tampak. 
 
Mahmoud Said (27) yang hijrah ke Finlandia tiga tahun lalu mengatakan dirinya berpuasa mengikuti waktu negara muslim terdekat seperti Turki. "Kami harus gunakan akal sehat, puasa 14-15 jam saja," kata dia. 
 
Diperkirakan ada sekitar 100 orang muslim di daerah Rovaniemi. Banyak dari mereka yang berasal dari Iraq, Somalia dan Afganistan. 
 
Berbeda dengan Said, sebuah keluarga kecil di Finlandia memilih berpuasa selama 20 jam mengikuti waktu setempat.  Kaltauma Albakar  mengatakan dirinya bekerja dari pagi hingga sore hari dan menyiapkan makanan berbuka sejak pukul 5 sore dibantu oleh kedua anaknya. 
 
"Puasa di bulan Ramadan sangat lama. Berbuka sekitar pukul 11.30 malam. Sahur sekitar pukul 2 pagi," kata wanita 31 tahun ini. 
 
Selain perbedaan waktu yang lama, tantangan lainnya adalah terbatasnya persediaan makanan halal di Finlandia sehingga terkadang ia harus menunggu daging halal dari kota besar seperti Helsinski. 
 
Pada 2015 nanti, Ramadan diperkirakan akan jatuh pada titik balik matahari di Arktik, saat siang hari sangat lama. "Saat itu, kami hanya akan punya waktu 10 menit untuk berbuka puasa," kata Abubakar. 


Satu hal positif berpuasa di Finlandia adalah meskipun terbilang sangat lama, puasa di Finlandia sangat dingin.  "Tidak seperti di Afrika, di sini kami tidak mudah haus, selama apapun puasanya," kata dia. 
 
Ketua Asosiasi Muslim di Swedia Omar Mustafa menjelaskan memang belum ada fatwa yang menegaskan perbedaan waktu berpuasa di berbagai negara sehingga berpuasa menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang tinggal di Eropa Utara. 
 
Komunitas muslim di Alaska menyarankan untuk mengikuti waktu berpuasa di Mekkah, sementara Pusat Penelitian Fatwa Eropa di Dublin menyarankan untuk mengikuti waktu setempat untuk berbuka puasa sekalipun di bagian utara. 
 
"Perdebatan waktu berpuasa ini sudah lama dibicarakan. Kami berpuasa mengacu pada matahari sebisa apapun kami ikuti itu dan itu berlaku bagi 90 persen warga Swedia," kata Omar. 
 
Di negara paling utara Eropa sekalipun, kata dia, harus berbuka sesuai dengan matahari tenggelam meskipun waktu berpuasa lebih lama. "Tidak ada alasan untuk berbuka lebih awal," kata dia. 
comments powered by Disqus