Sakti Sheila on 7 atau Salman Al Jugjawy (3)-- Jalan Menuju Kekasih Allah

Selasa, 14 August 2012   Tags: sakti, sheila on 7, salman al jugjawy, kekasih allah   Views: 7101


Hubungan karib dengan teman dan para penggemar memembuat dua pihak inilah yang paling dulu mengerti dengan jalan hidup yang ditempuh Sakti sekarang. Sementara pihak keluarga sebelumnya agak sulit mengerti, tapi kemudian bisa memaklumi. Dari penggemarnya, Sakti bahkan menerima buku-buku agama yang dikirim khusus untuknya.
 
Sampai saat ini, Sakti mengaku masih sering bersilaturahmi dengan teman-temannya di Sheila. Di milis Sheila gank milik para penggemar Sheila, nama Sakti juga masih sering disebut. Sekalipun frekuensi pertemuan sudah mulai berkurang, Sakti mengaku masih saling berpaut hati dengan teman-temannya yang sama-sama merintis karier dari Yogyakarta itu. “Dalam doa, saya selalu menyebut teman-teman agar mereka bisa di dekatkan dengan Allah,” ujarnya.
 
Beberapa kali Sakti tercatat menjadi bintang tamu konser Sheila. Di antaranya saat konser di sebuah konser 1000 Gitar yang diadakan di Yogyakarta tahun lalu. Acara yang melibatkan beberapa gitaris ternama tanah air itu antara lain Ian Antono (God Bless), Eet Sjahranie (Edane) dan Teguh (Coconut Treez) itu, turut dimeriahkan Sakti yang menjadi tamu misterius berduet dengan Erros membawakan lagu Little Wings milik Jimi Hendrix. Sakti tampil dengan menggunakan baju muslim yang sudah jadi pakaiannya sehari-hari.
Eross dan Sakti

Lalu seberapa bahagia Sakti sekarang? Ia hanya tersenyum seraya mengucap tahmid. Menurutnya, mengutip perkataan seorang ulama yang pernah didengarnya, semakin kita mengenal makhluk, semakin kita mengenal Allah, semakin kita tahu kesempurnaan-Nya dan siapa saja yang semakin tahu kesempurnaan Allah, maka ia akan tenang dan bahagia.
 
“Dulu saya tak tahu dimana harus bersandar bila ada masalah, saya juga tak tahu apa sebenarnya tujuan hidup ini. Tapi setelah diberi kesempatan semakin mengenal Allah, kita sadar bahwa Dia Maha pengasih, Maha Penyayang semua makhluk, Maha penjawab setiap doa, kita jadi tahu bahwa Dialah tempat bersandar yang paling tepat”, ujarnya pasti.
 
Dalam hidup, menurutnya manusia mengejar rasa. Ketika seseorang ingin punya mobil, kemudian mendapatkannya, ia pun ingin merasakan merk mobil yang lain. Begitu pula dalam hal-hal lain. Tapi jika rasa itu diarahkan sepenuhnya kepada Allah, maka ketenangan dan kejernihanlah yang diraihnya.
Sakti bersama personel Sheila On 7
 
“Kata teman saya, ibarat antena bagi televisi. Bila kita benar mengarahkan antena ke satelit, maka siaran akan jernih, dan sebaliknya, jika arahnya tak benar maka gambar akan buram. Seperti itu juga kita, apapun kegiatan kita, jika itu sepenuhnya mengarah kepada Allah maka hati kita akan jernih, dan jika sudah berpaling maka hati akan menjadi kotor,” ujarnya lagi.
 
Bagi Sakti, ketenangan itu adalah fitrah yang dicari semua orang di dunia. Tak ada jalan lain meraih itu selain mendekatkan diri kepada Allah, karena Dialah sumber kebahagiaan. Dan pendekatan itu harus dibuktikan dengan amal, harus dicicipi oleh pribadi-pribadi yang memang menginginkan itu.
 
Untuk menghidupi keluarganya, Sakti membuka sebuah minimarket dan jasa Laundry. Baginya itu sudah cukup, sekalipun jika dibandingkan dengan uang yang ia peroleh semasa menjadi artis tentulah tak seberapa. Jalan hidupnya saat ini adalah sebuah ketentuan-Nya yang ingin selalu istiqomah ia jalani.
 
“Selalu akan ada ujian dan friksi, tapi bagi saya itu adalah jalan agar saya selalu istiqomah. Ini sudah takdir. Jika dulu saya sering pegang gitar sekarang jadi sering pegang tasbih.” ujarnya sambil tersenyum.
 
Tak ada harapan di hatinya selain bisa terus lebih dekat dengan-Nya. Harapan yang juga pernah dipesankan oleh seorang penggemar kepadanya.
 
comments powered by Disqus