Menuju Makkah, Puluhan Ribu Jamaah Haji Tinggalkan Madinah

Rabu, 10 October 2012   Tags: makkah, jamaah, madinah   Views: 606


MADINAH--Jamaah calon haji gelombang satu terus meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah. Jumlahnya kini diperkirakan telah mencapai sekitar 68 ribu orang yang berasal dari sekitar 170-an kloter. “Jamaah gelombang pertama yang semula berada di Madinah setiap hari terus diberangkatkan menuju Makkah,” kata Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari.

Dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Selasa (10/10) pukul 17.00 waktu Arab Saudi diketahui, saat ini masih ada sekitar 80-an kloter dngan setidaknya 34 ribu jamaah yang masih berada di Madinah.
 
Setiap hari ada belasan kloter dengan ratusan bus yang berangkat dari Madinah menuju Makkah. Sebelum menuju Makkah, bus harus berhenti sejenak di Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah, untuk mengambil miqat atau berniat ihram.
 
Di tempat inilah, para jamaah diwajibkan untuk turun dari bus, shalat sunat dua rakaat, sudah mengenakan pakaian ihram dan berniat umrah. Jika tidak melakukan ini, jamaah akan dikenakan dam (denda).
 
Biasanya jamaah diberangkatkan setelah Subuh, serta seusai waktu Zuhur dan Ashar. Para jamaah juga telah diminta untuk mandi dan berpakaian ihram sejak dari pemondokan sehingga tak merepotkan begitu singgah di Bir Ali. Saat berada di sana, jamaah hanya tinggal melaksanakan shalat sunat dua rakaat dan berniat umrah. "Waktu tempuh Madinah-Makkah sekitar 5-6 jam," papar Jauhari.
 
Lantaran itulah, petugas yang bertugas di Sektor Bir Ali harus memastikan para jamaah telah melakukan semua tahapan itu sebelum berangkat ke Makkah. Bisa dipastikan, itu bukan pekerjaan mudah karena setidaknya ada 15-20 kloter atau setara dengan ribuan jamaah yang mendatangi Bir Ali untuk miqat.
 
Menurut Yatonazun Banhaji, seorang petugas di Sektor Bir Ali, para petugas mesti mengawasi seluruh pergerakan bus dan jamaah yang masuk serta keluar dari sektor tersebut. Ini tak lain agar jamaah dipastikan telah melakukan miqat di Bir Ali.
 
Terlebih sebelumnya sempat terjadi kasus ada bus yang langsung menuju Makkah tanpa singgah di Bir Ali. Ada pula bus yang mendatangi Bir Ali, namun para jamaah tak turun lantaran tak dibukakan pintu bus oleh sopir.
 
Yatonazun mengatakan, setelah kasus itu, pengawasan terhadap bus dan jamaah lebih ketat lagi. Bahkan, saat ini bila ada bus yang melewati Bir Ali tanpa singgah untuk mengambil miqat, bus itu harus kembali lagi meski jarak yang ditempuh sudah cukup jauh. ‘’Daripada jamaah harus membayar dam,’’ ujarnya.
 
Petugas juga sempat menangani beberapa jamaah yang jatuh sakit saat berada di Bir Ali. Yatonazun mengungkapkan, ada jamaah yang tiba-tiba saja hidungnya mengeluarkan darah. Di Bir Ali sendiri tersedia klinik untuk pengobatan ringan. ‘’Dokternya juga sering berkeliling untuk melihat kondisi jamaah,’’ ujar Yatonazun.
 
Untuk memudahkan proses miqat, petugas juga meminta ketua rombongan masing-masing jamaah untuk memantau anggotanya agar tidak salah masuk ke dalam bus atau tertinggal rombongan. Apalagi, hampir semua jamaah dari berbagai negara mengambil miqat di Bir Ali. (MCH)
comments powered by Disqus