Kuota Calon Haji Sumut Penuh Hingga 2019

Selasa, 11 September 2012   Tags: kuota, calon haji, sumut, 2019   Views: 343


Kuota calon haji Sumatera Utara telah terpenuhi hingga 2019, dengan daftar tunggu sebanyak 63.332 orang.

"Hingga 5 September 2012 jumlah penabung dan daftar tunggu mencapai 63.332 orang," kata Kakanwil Kementerian Agama Sumut Abdul Rahim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Sumut di Medan, Senin.
 
Menurut dia, berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 1/2012 tentang Penetapan Kuota Haji, Sumut mendapatkan kuota pemberangkatan haji sebanyak 8.234 orang.
 
Sesuai dengan Perpres 67/2012, seluruh calon jamaah tersebut diberi kesempatan untuk melunasi biaya keberangkatan secara bertahap yakni 16 hingga 31 Agustus 2012 (tahap pertama) dan 3 hingga 7 September (tahap kedua).
 
Namun dalam kenyataan, calon jamaah yang membayar dan menabung untuk menjadi calon jamaah haji di Sumut sangat banyak dan melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.
 
Disebabkan keterbatasan kuota tersebut, masyarakat yang telah melunasi atau menabung untuk biaya pemberangkatan lainnya menjadi calon jamaah pada 2013 atau dimasukkan dalam daftar tunggu.
 
Dengan jumlah daftar tunggu yang mencapai 63.332 orang tersebut, berarti kuota calon jamaah haji di Sumut telah penuh hingga 2019.
 
"Sedangkan untuk tahun 2020, sudah terdapat pendaftar sebanyak 5.694 orang," katanya.
 
Namun, kata dia, keberadaan pendaftar yang sangat besar dan banyak tinggal di daerah terpencil itu menyebabkan pihaknya kesulitan dalam mengoordinasikan pembuataan paspor calon jamaah haji.
 
Untuk itu, pihaknya mengharapkan seluruh kantor imigrasi (Kanim) di Sumut dapat memaksimalkan layanan pembuataan paspor secara mobile, terutama untuk daerah terpencil atau daerah yang lokasinya cukup jauh.
 
Pada 2011, pihaknya mendapatkan kerja sama yang baik dari Kanim Klas II Sibolga untuk memberikan layanan pembuatan paspor bagi calon jamaah haji di Kepulauan Nias.
 
Namun karena calon jamaah haji di Kepulauan Nias pada 2011 sangat sedikit yakni hanya 11 orang, layanan pembuatan paspor secara mobile tersebut tidak diperpanjang.
 
Meski demikian, pihaknya mengharapkan Kanim Klas II Sibolga dapat memberikan layanan pembuatan paspor secara mobile tersebut pada 2013 untuk daerah lain yang juga jauh dari Sibolga.
 
"Kami berharap layanan mobile itu diadakan di Kabupaten Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara," katanya.
comments powered by Disqus