Jamaah Haji Kediri Diimbau Bawa Obat Sendiri

Selasa, 25 September 2012   Tags: jamaah, haji, obat   Views: 369


Petugas Kementerian Agama Kota Kediri, Jawa Timur, menganjurkan agar calon haji membawa obat yang cocok untuk sakit mereka, demi mengantisipasi alergi karena obat yang tidak cocok.
 
 "Para jamaah biasanya menderita sejumlah penyakit saat di Tanah Suci, misalnya ISPA, batuk, dan sejumlah penyakit lainnya. Kami menganjurkan, mereka membawa obat dari rumah, yang cocok dengan sakit mereka," kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Kediri, Muamal di Kediri, Selasa.
 
 Ia mengatakan, sudah mengimbau kepada para jamaah tentang obat-obatan yang boleh dibawa dan tidak. Dengan itu, mereka tidak berlebihan membawa obat-obatan tersebut, sehingga tidak disita petugas Bea dan Cukai.
 
 Pihaknya menyebut, musim haji tahun ini diikuti oleh 273 jamaah dari Kota Kediri. Jumlah itu sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh provinsi. Dari jumlah itu, mayoritas diikuti oleh jamaah yang sudah berusia lanjut, di atas 50 tahun.
 
Sesuai dengan urutan, jamaah dari Kota Kediri ini masuk pada kloter 53 yang akan berangkat pada 28 September mendatang. Mereka akan berkumpul di aula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dan sudah harus berangkat dari aula pukul 16.00 WIB.
 
Walaupun sudah meminta agar para jamaah membawa obat dari rumah, yang mereka rasa cocok, Muamal menyebut tetap melibatkan petugas kesehatan. Terdapat tiga petugas kesehatan yang terdiri dari seorang dokter dan dua perawat.
 
Namun, kata dia, untuk menjaga kesehatan berbagai persiapan sudah dilakukan sebelumnya, di antaranya pemberian vaksin meningitis dan vaksin flu. Dengan vaksin itu, diharapkan kesehatan tubuh para jamaah bisa terjaga.
 
"Untuk pemeriksaan lanjutan, setelah dari sini (Kediri) di Surabaya masih akan diperiksa lagi, dan itu penentuan bisa berangkat atau tidak," tuturnya.
 
Di Kediri, lanjut dia, terdapat dua jamaah yang kondisinya memang memerlukan pemantauan dan harus menggunakan kursi roda. Kedua jamaah itu adalah Nurcahyono (53) asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto dan satunya lagi adalah Dwi Suprapti (60) asal Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren.
 
Hendro, salah seorang calon haji asal Kota Kediri mengaku sudah persiapan lahir batin untuk berangkat haji tahun ini. Ia berangkat dengan istrinya dan sudah menunggu lama.
 
"Senang sekali bisa berangkat. Semua persiapan sudah kami lakukan baik fisik maupun nonfisik," kata Hendro.
comments powered by Disqus