19 Calon Haji Kediri Gagal Berangkat

Jumat, 07 September 2012   Tags: haji, kediri, gagal, berangkat   Views: 613
 

Sebanyak 19 calon haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sampai saat ini masih belum melunasi BPIH atau biaya penyelenggaraan ibadah haji untuk pelunasan tahap kedua musim haji 2012, sehingga dipastikan gagal berangkat.

"Hari ini adalah hari terakhir untuk pelunasan biaya penyelenggaraan haji. Batas waktu pelunasan sampai pukul 16.00 WIB, dan jika tetap tidak melunasi, secara otomatis mereka tidak jadi berangkat," kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Sholekan di Kediri, Jumat.

Ia mengatakan, dari 19 calon haji asal Kabupaten Kediri itu, terdapat enam yang sudah mengajukan surat resmi. Mereka tidak dapat berangkat tahun ini, karena ada keperluan.
 
Dengan itu, dipastikan jadwal mereka untuk ibadah haji tahun ini terpaksa ditunda, dan berangkat tahun depan atau masuk dalam daftar "waiting list".
 
"Dari jumlah 19 calon haji itu, terdapat 13 jamaah yang belum mengirimkan surat resmi alasan tidak jadi berangkat. Kami juga belum tahu pasti penyebab mereka belum melunasi," katanya, mengungkapkan.
 
Berdasarkan pengalaman, lanjut Sholekan terdapat banyak penyebab calon haji itu terpaksa menunda keberangkatan atau gagal berangkat, di antaranya karena meninggal dunia, sakit, atau mempunyai masalah ekonomi.
 
Jumlah kuota calon haji yang berangkat dari Kabupaten Kediri pada tahun 2012 ini cukup banyak, mencapai 771 kursi. Dari daftar yang ada, usia dari jamaah yang berangkat juga beragam, mulai dari remaja sampai orang tua.

Sesuai dengan surat edaran dari kantor Kementerian Agama Provinsi Jatim, nominal pemnbayaran untuk biaya haji pada 2012 ini mencapai 3.738 Dolar AS atau sekitar Rp36 juta.

Untuk pelunasan pada tahap pertama batas waktunya sampai 31 Agustus 2012 dan tahap kedua sampai Jumat (7/9). Beberapa persyaratan harus dibawa ke kantor kementerian setempat, sebagai bukti, di antaranya buku tabungan haji, lembar putih porsi tabungan haji, foto diri, foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) serta meterai Rp6.000.

Selain harus melunasi biaya haji, para jamaah juga masih harus mengeluarkan uang keperluan kesehatan yaitu pembelian vaksin. Terdapat dua vaksin yaitu vaksinasi Influeza dan vaksin meningitis. Jamaah dibebani biaya untuk vaksin Rp150 ribu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Kediri, Edhi Purwanto pemberian vaksin itu memang hanya bersifat anjuran. Namun, hal itu juga demi kesehatan jamaah, mengingat cuaca di Tanah Suci berbeda dengan di Indonesia.

Untuk pembayaran, Edhi mengatakan langsung diberikan di puskesmas tempat penyelenggaraan pelayanan vaksin. Di Kabupaten Kediri, terdapat enam puskesmas, yaitu puskesmas Semen, Nagdiluwih, Papar, Ngasem, Kandangan, dan Wates.

"Pemkab melalui dinas terkait sudah menunjuk puskesmas untuk pelaksanaan pemberian vaksin, sementara untuk pembayaran vaksin, dilakukan di puskesmas yang telah ditunjuk untuk vaksinasi," kata Edhi. 
comments powered by Disqus