Sebanyak 1.074 Orang Masuk Daftar Tunggu Haji Mukomuko

Sabtu, 23 March 2013   Tags: daftar tunggu, haji, mukomuko   Views: 585


MUKOMUKO--Daftar tunggu calon jamaah haji di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga Maret 2013 telah mencapai 1.047 orang. "Untuk kabupaten jumlah dalam itu termasuk besar, dan kami perkirakan semuanya baru bisa berangkat haji hingga tahun 2017," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Mukomuko Ansari, Sabtu.
 
Karena, menurut dia, setiap tahun jumlah kuota haji di daerah itu sedikit sebanyak 175 orang. Ia mengatakan, sebanyak 1.074 orang yang telah mendaftar calon jemaah itu merupakan warga setempat yang tersebar di 148 desa, tiga kelurahan, dan 15 kecamatan di daerah itu.

Sedangkan status CJH di daerah itu, kata dia, beragam ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, pengusaha, bahkan petani kebun sawit dan sawah. Untuk usia warga setempat yang telah mendaftar haji itu, tambahnya, mayoritas diatas 40 tahun bahkan ada yang 60 tahun.
 
Terkait kontribusi pemerintah setempat untuk CJH daerah itu, kata dia, berupa pembebasan biaya transportasi CJH yang berangkat dari daerah itu menuju bandara Internasional Minang Kabau (BIM). "Untuk ongkos mobil dari daerah ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah setempat termasuk juga biaya makan selama dalam perjalanan menuju bandara," tegasnya.
 
Terkait adanya temuan dari pemerintahh provinsi bahwa ada empat dari 175 orang CJH di daerah itu yang "eksodus", ia menegaskan, pihaknya belum mengetahui ada CJH eksodus di daerah itu. Namun, pemerintah setempat akan mengecek lebih lanjut kebenarannya sebelum 175 CJH di daerah itu berangkat haji. "Kami cek dulu, di tempat tinggal setiap CJH, jika memang ada kita kembalikan ke daerah asalnya," tambahnya.
 
Wacanakan e-KTP
Lebih lanjut, Ansari menambahkan, pemerintah setempat tahun 2014 mewacanakan salah satu persyaratan mutlak CJH melampirkan foto copy kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). "Wacananya tahun 2014 mengunakan e-KTP, sebagai salah satu persyaratan bagi warga setempat yang mendaftar maupun yang akan berangkat haji," urainya.
 
Ia menerangkan, jika e-KTP dijadikan sebagai persyaratan bagi calon jemaah haji, maka tidak ada lagi keraguan ada CJH yang eksodus atau warga dari luar yang mendaftar di daerah itu.
 
Karena, lanjutnya, untuk rekam data e-KTP itu hanya bisa dilakukan satu kali di wilayah asalnya, dan tidak bisa dilakukan lagi di daerah lain. "Kemungkinan dengan cara seperti ini dapat mengantisipasi ada satu orang warga yang memiliki dua tanda pengenal," katanya. (ant)
 
comments powered by Disqus